Bagaimana Memilih “booster Pumps” Yg Tepat Dan Efisien

Booster system merupakan jawaban buat solusi kebutuhan flow air yang bervariasi pada daur waktu tertentu, namun tekanan tetap kontinu sehingga nyaman digunakan dalam ketika orang mandi atau kebutuhan akan tekanan yg stabil/konstan.

PT. TBA – Dealer Resmi Grundfos

PT. Toyasae Berkah Abadi, menjadi Profesional Dealer Grundfos, melalui artikel ini akan menaruh pemahaman bagaimana cara pemilihan pompa booster system, sehingga hasil seleksi nya efisien, hemat & nilai Life Cycle Cost yang serendah mungkin, namun pompa booster harus membuat tekanan yg nyaman & stabil.

Ada pertanyaan “mengapa wajibmemakai pompa booster system?”, karena pompa booster dalam dasarnya merupakan pompa centrifugal yg di susun secara paralel pada satu skid system lengkap dengan control panel & diaphragm tank, & booster system adalah jawaban buat solusi kebutuhan flow air yg bervariasi pada daur ketika tertentu, namun tekanan permanen konstan sebagai akibatnya nyaman dipakai pada saat orang mandi atau kebutuhan akan tekanan yg stabil/kontinu.

Pahami kebutuhan flow air pada daur saat eksklusif, misal dalam periode 24 jam pompa beroperasi, bagaimana “profile demand” nya atau naik turunnya kebutuhan air pada 24 jam.

Hal hal yang harus pada perhatikan di pada sizing pompa booster system merupakan sebagai berikut:Tentukan penggunaan pompa booster ini pada pakai buat apa? apabila penggunaan buat gedung bertingkat maka tentukan asumsi kapasitas maksimalpompa booster dengan mengacu dalam standard DIN atau SNI atau standard plumbing lainnya.Pahami kebutuhan flow air dalam siklus waktu eksklusif, misal pada periode 24 jam pompa beroperasi, bagaimana “profile demand” nya atau naik turunnya kebutuhan air dalam 24 jam.Plot & gambarkan asumsi kebutuhan flow air berdasarkan profile demand tersebut pada kurun waktu 24 jam.Pilah gambar profile demand tersebut sebagai akibatnya kita tahu prosentase ketika (dalam %) dibanding kebutuhan air/demand pada m3/h.Setelah menerima profile demand air yang sudah pada susun dari kebutuhan aporisma, kebutuhan medium & lalu kebutuhan minimum maka sizing individual untuk booster menggunakan kapasitas sinkron dengan profil tersebut dapat pada tentukan.Kemudian hitung & pastikan kebutuhan head pompa secara holistik, head pompa di hitung berdasarkan pada ketinggian elevasi + friction losses pipa & system + tekanan akhir (end tab pressure).Kemudian tentukan dan pilih jenis control panel yg diinginkan, penggunaan panel variable speed lebih pada anjurkan terutama buat tujuan efisiensi & ketenangan aporisma.Tentukan sizing tangki & pilih jenis diapraghma, tangki ini harus sinkron buat ukuran booster pompa tersebut, menggunakan kriteria apakah menggunakan pressure switch ON/OFF system atau variable speed.

Sebagai model buat perhitungan booster pumps, pada bawah ini adalah pemilihan atau sizing booster pumps buat penggunaan pada gedung komersial. Tekanan booster pumps pada bagi sebagai kebutuhan per lantai merupakan sebagai berikut :

Lantai 0-3 adalah dua,5-lima bar, &  selanjut nya pada lantai 4-15 adalah  dua-4,lima bar.

Hal hal yg perlu dipertimbangkan pada memilih pompa booster ini adalah :Biaya operasional/running cost (energy consumption) harus terendah.Harus memenuhi kebutuhan buat masing-masing zona menjadi berikut :

Zona 1 :           Lantai 0-tiga, Area Layanan, Dapur, laundry, lobi dll.

Zona dua :           Lantai 4-9, Lantai kamar

Zone 3 :           Lantai 10-15, Lantai kamar

Berikut ini merupakan salahsatu surat keterangan buat menentukan kebutuhan air sesuai menggunakan kegunaan nya sebagai berikut :

Contoh soal, jika Hotel dengan jumlah loka tidur 360 kamar atau sekitar  540 kamar, kita diminta buat menentukan pompa booster atau sizing menggunakan menggunakan perangkat lunak pelaksanaan pompa.

Pertama-tama merupakan menghitung kebutuhan flow maksimalbuat booster pumps tersebut, yaitu dengan menggunakan tabel di atas maka pada dapatkan perhitungan kebutuhan air panas & air dingin pada hotel tersebut sebagai berikut :Annual consumption  = 180 x 540 =   97200 m3/yearConsumption period  = 365 days/year =>Average consumption per day = 97200 / 365 = 266.3 m3/dayYear maximum consumption = 1.lima x 266.tiga             = 399.4 m3/dayPeak flow per day, Q(max)day = 4 x 399.4 / 24 = 66.6 m3/h

Formula untuk menghitung tekanan booster sets merupakan menjadi berikut :

pset = ptap(min) + pf + hmax/10.dua

pset                               : Setting buat tekanan pada sisi outlet pompa booster

ptap(min)                    : Kebutuhan tekanan minimum pada kran terjauh masing-masing zona.

pf                                   : pipe friction loss di pada pipa

hmax                            : Jarak booster outlet ke titik terjauh

pin(min)                      : Minimum inlet pressure pompa booster

pboost                          : total tekanan yang pada butuhkan buat booster system

Yang kedua adalah penentuan head pompa, yaitu dengan menghitung kebutuhan head masing-masing zona merupakan sebagai berikut :

Profile kebutuhan air atau Load Profile buat zona 1 adalah sebagai berikut

Kebutuhan system booster  : pset = lima bar and   Q = 1 – 12 m3/h     number of pumps > 1

Pemilihan pompa booster harus mengacu pada flow maksimum s/d 12 m3/h & total head 30 m, & dengan melihat load profile tersebut diatas maka jumlah pompa per set pompa booster merupakan 2 units, dengan memakai perangkat lunak pelaksanaan pompa maka di peroleh kurva pompa misalnya tadi di bawah ini, bila kapasitas pompa di bawah 6 m3/h maka hanya pompa 1 yang bekerja dengan vsd, & apabila melebihi kapasitas 6 m3/h maka pompa kedua bekerja secara otomatis menggunakan vsd. Dan selanjut nya jika kebutuhan air berkurang sampai dengan minimum maka ke dua pompa tetap operational tetapi menggunakan control rpm melaui vsd yang pada sesuaikan menggunakan kebutuhan, sebagai akibatnya listrik menjadi ekonomis dan tekanan kontinu.

Kurva pompa sesuai kebutuhan di atas menjadi berikut :

 Profile kebutuhan air atau Load Profile buat zona 2 merupakan sebagai berikut :System Requirements :         pset = 7.3 bar and   Q = 1.1 – 27 m3/h,  Number of pumps > 1

Pemilihan pompa booster wajibmengacu dalam flow maximum s/d 27 m3/h dan total head 53 m, & dengan melihat load profile tersebut diatas maka jumlah pompa per set pompa booster merupakan dua units, dengan menggunakan perangkat lunak aplikasi pompa maka pada peroleh kurva pompa seperti tadi di bawah ini, apabila kapasitas pompa pada bawah 13 m3/h maka hanya pompa 1 yang bekerja menggunakan vsd, & jika melebihi kapasitas 13 m3/h maka pompa kedua bekerja secara otomatis dengan vsd. Dan selanjut nya bila kebutuhan air berkurang hingga menggunakan minimum maka ke 2 pompa tetap operasional tetapi menggunakan kontrol rpm melalui vsd yg diadaptasi dengan kebutuhan, sebagai akibatnya listrik menjadi irit & tekanan kontinu.

Kurva pompa sesuai kebutuhan di atas sebagai berikut :

Profile kebutuhan air atau Load Profile buat zona 2 adalah sebagai berikut :System Requirements : pset = 8.5 bar and   Q = 1.1 – 27 m3/h number of pumps > 1

Pemilihan pompa booster wajibmengacu dalam flow maximum s/d 27 m3/h & total head 53 m, & menggunakan melihat load profile tersebut diatas maka jumlah pompa per set pompa booster adalah 2 units, dengan menggunakan aplikasi pelaksanaan pompa maka di peroleh kurva pompa misalnya tadi di bawah ini, apabila kapasitas pompa pada bawah 13 m3/h maka hanya pompa 1 yg bekerja dengan vsd, & apabila melebihi kapasitas 13 m3/h maka pompa ke 2 bekerja secara otomatis dengan vsd. Dan selanjut nya bila kebutuhan air berkurang hingga menggunakan minimum maka ke dua pompa tetap operasional tetapi dengan kontrol rpm melalui vsd yang pada sesuaikan menggunakan kebutuhan, sehingga listrik menjadi hemat & tekanan konstan.

Kurva pompa sesuai kebutuhan di atas sebagai berikut :

Pemilihan diapraghma tank, diapraghma thank pada tujukan buat mengantisipasi ON/Off system pompa booster agar tidak terjadi terlalu acapkali sebagai akibatnya menyebabkan impak :

Biaya listrik yang tinggi, water hummer yg menyebabkan rusaknya pipa dan valve, dan operasional pompa dengan tekanan yang sangat tidak nyaman.

Untuk menghindari hal tersebut di atas maka, pemilihan diapraghma tank setidaknya mengikuti formula sebagai berikut :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *