Cara Menentukan Tipe Turbin Air

Cara Menentukan Tipe Turbin Air

Posted on 15 November 2013 Updated on 20 November 2013

Turbin air adalah keliru satu alat yang berguna dalam pengadaan tenaga listrik. Sumber energi lain yang poly digunakan pada waktu ini relatif banyak mulai menurut tenaga fosil, energi panas bumi, energi matahari, hingga energi biokimia. Struktur & komponen buat masing-masing suber tenaga pula tidak sinkron. Turbin air sendiri memiliki banyak bentuk dan jenis tipe turbinnya. Masing-masing tipe mempunyai keunggulan dan kelemahan yang tidak selaras dalam bidang pembangkitan energi.

Di antara poly tipe turbin yg paling banyak digunakan oleh suatu pembangkitan listrik adalah turbin Francis. Turbin Francis banyak dipakai pada perancangan karena wilayah penggunaannya yang luas. Karena dalam memilih jenis turbin wajibdiperhatikan faktor-faktor yg dapat menghipnotis menurut effisiensi. Faktor-faktor yang mensugesti effisiensi inilah yg menyebabkan dibuatnya suatu wilayah penggunaan yg tidak sinkron buat masing-masing tipe turbin air.

Bentuk selengkapnya persamaan Euler buat turbin adalah

H = (u1.c1u – u2.c2u)/g . ηT 

Bila c2u = 0, buat pengeluaran air yang tegak lurus, bentuk dipermudah menjadi :

H = (u1.c1u)/g . ηT 

Seperti yg ditunjukan sang gambar dibawah ini,

Bahwa buat sudu yang punya kelenkungan tajam cocok buat digunakan pada loka yg memiliki tinggi jatuh yang besar , dan makin rendah tinggi air jatuh makin memerlukan sudu menggunakan kelengkungan yg mini.

Kenyataannya hal tersebut pada atas nir berubah & menjadi akibatnya muncul pertanyaan, mulai dari mana suatu tinggi air jatuh yg akbar & apa efek selanjutnya, dan bagaimana imbas kapasitas genre Q & kecepatan putaran n dalam perencanaan turbin air. Berbeda dengan mesin-mesin fluida lainnya misalnya turbin uap, kompressor, dan pompa sentrifugal yg semuanya kebanyakan dibuat bertingkat, namun pada turbin air wajibdibuat menggunakan satu taraf yang ukurannya sama dihubungkan menggunakan hati-hati secara paralel.

Di lain pihak sentra tenaga air dipengaruhi sang data-data setempat, disparitas kombinasi antara tinggi air jatuh & kapasitas aliran air yg tersedia, dan beberapa kecepatan putar yg diinginkan, lantaran ada perbedaaan kemungkinan pada penentuan bentuk roda turbin. Faktor-faktor yg menghipnotis bentuk roda turbin merupakan :

Tinggi air jatuh H = (u1.c1u)/g . ηT, bisa diperoleh daya khusus yg didapatkan turbin, sanggup dengan harga u1 yang kecil dan c1u yg akbar atau kebalikannya. Tetapi u1 = D1 . . n tergantung pada diameter D1 & kecepatan putar roda turbin n. buat c1u yang besarakan berpengaruh kepada beberapa bagian berdasarkan tenaga total yang dipakai buat membuat tenaga kecepatan c1 dan berapakah sudut c1 yang dipilih atau dipakai.

Gambar Hubungan antara D1 & b1 Pada Perencanaan Luas Penampang

Luas penampang saluran A1 tergantung kepada kapasitas aliran air. Dari persamaan kontinuitas A1 = Q/c1, dimana dalam roda turbin A1 = D1 . . b1. gambar dua.5.1 jadi di sini terdapat hubungannya dengan diameter roda turbin, yg berarti terdapat jua pengaruhnya terhadap besarnya u1. Dengan pemilihan lebar b berarti roda diameter eksklusif & menggunakan demikian bentuk roda turbin jua tertentu.

n, Kecepatan putar turbin

Dalam pemilihan kecepatan putaran sebaiknya ditentukan dengan tinggi mungkin, lantaran menggunakan kecepatan putar yang tinggi akan didapat momen putir yg mini, poros yg mini& diameter roda turbin yang kecil serta berukuran-ukuran  bagian yang lainnya. Kecepatan keliling u1 = D1 . . n meningkat menggunakan membesarnya n.

Kecepatan khusus nq dipakai sebagai pertanda batasan buat membedakan tipe  roda turbin & digunakan sebagai suatu besaran yang krusial dalam merencanakan (desain) turbin air.

Persamaan buat nq yg terdapat berdasarkan perimbangan, perbandingan & penyesuian perhitungan yg terdapat pada bab ini secara panjang lebar yang seharusnya ada penurunannya, diganti menggunakan penggunaannya pada pada contoh perhitungan menggunakan nomor -angka :

nsq                 =  kecepatan khusus

n              =  kecepatan putar turbin (min-1)

Q             =  kapasitas air (m3/s)

H              =  tinggi air jatuh (m)

Jika disebutkan, berarti nq adalah jumlah putaran roda turbin yang bekerja dalam tinggi air jatuh H = 1 m & kapasitas air Q = 1 m3/s (dengan jumlah putaran tertentu n/mnt).

Suatu roda turbin yg bekerja dalam tinggi air jatuh yang berbeda & kapasitas air yang berbeda, serta bekerja dalam suatu putaran tertentu & memiliki harga nsq yg sama, maka turbin tersebut secara geometri (bentuk) adalah  mirip/serupa. Besar ukuran-berukuran dasarnya yang tidak sinkron, diameter roda turbin & lebar rodanya juga tidak sinkron, tetapi bentuk sudu, sudut sudu pengarah dan sudut-sudut sudu jalan, perbandingan diameter roda/lebarnya adalah sama.

Di lain pihak suatu turbin sanggup direncanakan buat kecepatan putar n yang tertentu, tinggi air jatuh yang sama, kapasitas air sama, tetapi bekerja menggunakan tipe sudu yg tidak selaras. Kecepatan khusus adalah dasar menurut penentuan bentuk roda turbin. Sehingga buat kecepatan spesifik yg sama akan didapatkan suatu bentuk roda turbin yg sama atau sebangun.

Untuk jenis turbin Francis pula memiliki kisaran kecepatan spesifik eksklusif. Ketepatan pada menentukan jenis turbin dari kecepatan khusus akan dihasilkan suatu rancangan turbin menggunakan efisiensi yang tinggi. Turbin Francis memiliki kisaran efisien dalam kecepatan spesifik kurang lebih 20 sampai 120, dapat ditinjau gambar dibawah ini,

Gambar  Daerah Penggunaan dari Beberapa Jenis Konstruksi yg Berbeda; VOITH

Sumber : Fritz Dietzel diterjemahkan Dakso Sriyono, Turbin Pompa dan Kompresor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *